SIMPLE, AKURAT, APLIKATIF

STIFIn adalah Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting

KORTEKS PREFRONTAL Dalam Al- Quran

Setelah sekian lama mencari jalan untuk mendapatkan jawaban - ceileh kayak pujangga hehehe - akhirnya Allah berikan jawaban melalu satu kata kunci untuk menguak misteri yang hingga saat ini masih saya cari, meski akhir akhir ini sudah mulai terang sih.

Pencarian ini dimulai ketika saya menjadi pemateri di Wisatahati Jawa Tengah membawakan tema sholat khusyuk dan saat itu saya membedah sebuah program kajian Khowathir Syabab di MBC TV bersama host Ustadz Ahmad Asyugairy, beliau membuktikan bahwa sholat khusyuk itu akan terimplementasikan dalam kehidupan sehari - hari dimulai dari bagian otak paling depan. Beliau sambil membawakan sebuah ayat dari surat Al Alaq ayat 15 - 16

Setelah itu saya penasaran bagian manakah itu dalam otak kepala manusia? di artikan ubun ubun tidak pas, diartikan yang lain ga tau istilahnya hingga pada sore tadi ( 13/04/2016 ) dalam sebuah forum kajian ESP (Emotional Spiritual Power) Allah berikan jawaban yang cukup menentramkan hati dengan kata kuncinya: KORTEKS PRFRONTAL INDIVIDU.

Kemudian saya browsing dan bertemulah dengan sebuah blog, saya belum kenal beliau tapi saya senang bisa menampilkannya disini dan selamat menyimak

=========

FUNGSI KORTEKS PREFRONTAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN SURAT AL-ALAQ (Q.S 96:09-16)


Otak merupakan suatu organ yang beratnya seperlimapuluh dari berat badan dan terletak di rongga kranial. Otak tersusun dari beberapa bagian, diantaranya adalah : serebrum, midbrain, pons, medula oblongata, dan serebelum (Rose & Wilson:2011). Masing-masing bagian dari otak tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.



Bagian Otak


Ada hal menarik yang akan kita bahas disini terkait salah satu bagian dari otak, yaitu korteks prefrontal. Korteksprefrontal memeiliki fungsi berkaitan dengan pengaturan sifa-sifat kepribadian manusia, perencanaan, dan konsekuensi tindakan. Surat Al-alaq ayat 09-16 memiliki kaitan dengan korteks prefrontal, yaitu Allah mengadzab hambanya yang durhaka dan mendustakan agamanya dengan merusak bagian korteks prefrontal ini.

Sebelum kita melanjutkan pembahasan lebih lanjut tentang korteks prefrontal, sekiranya kita perlu mengetahui terlebih dahulu definisi dan hal-hal yang berkaitan dengan korteks prefrontal agar lebih mudah dipahami.
Identifisaksi istilah, anatomi, dan fisiologi otak
Menurut Kamus Kedokteran Dorland, korteks berarti lapisan luar suatu organ. Jadi korteks otak adalah lapisan terluar dari struktur otak. Korteks otak tersusun atas lapisan berwarna abu-abu (subtansia grisea) yang mengandung badan sel-sel syaraf otak. Sherwood (1996:116), menjelaskan bahwasannya korteks serebri (otak besar) terorganisasi menjadi enam lapisan berbatas tegas berdasarkan distribusi badan sel yang bervariasi dan membentuk lapisan kolom-kolom fungsional. Daerah-daerah fungsional berbatas tersebut disebut lobus. Lobus-lobus yang terdapat pada serebral korteks adalah lobus frontalis, lobus parietalis, lobus temporalis, lobus ocipitalis, lobus incisularis dan lobus limbik.
Serebrum dibagi menjadi dua daerah besar, hemisfer kanan dan hemisfer kiri. Hemisferium serebi ini dipisahkan oleh suatu fisura (celah yang besar) yaitu fisura longitudinalis serebri. Lipatan-lipatan pada serebral korteks disebut gyrus. Gyrus yang terletak di lobus frontalis, bagian anterior (depan) sulcus/fisura sentral disebut gyrus presentral sedangkan gyrus yang terletak di lobus parietalis bagian posterior (belakang) sulcus/fisura sentral disebut gyrus postsentral.

Lobus Otak dan Hemisperium Serebrum
               Saladin (2003:542), menjelaskan bahwasanya neuron-neoron yang membawa informasi motorik akan ditransmisikan menuju gyrus presentralis. Maka dari itu, gyrus presentralis berfungsi sebagai pusat motorik primer. Sedangkan neuron-neuron yang yang membawa informasi sensorik, akan ditransmisikan menuju gyrus postsentralis. Gyrus postsentralis tersebut berfungsi sebagai pusat sensorik primer.

                Setiap lukukan gyrus-gyrus tersebut membentuk satu kesatuan fungsi yang jelas tergantung letak dan pemetaannya. Daerah tersebut terbagi menjadi sekitar 50 daerah berbatas jelas yang disebut area Brodman berdasarkan struktur histologi serebral korteks yang berbeda (Guyton : 2006). Sedangkan Martini (2012 : 475), mengungkapkan bahwasanya Brodman, ahli neurologi Jerman, membagi area korteks serebri menjadi 47 area.


Area Brodman

Anatomi dan Fisiologi Korteks Prefrontal
Korteks  prefrontal (PFC)  adalah  bagian  anterior  dari lobus  frontalis  dalam  otak, terletak di depan daerah motor dan premotor. Cangkupan area brodman pada korteks prefrontal adalah area 9, 10, 11, dan 12 (Tortora : 2009).


Korteks Prefrontal

Setiap bagian dari otak kita bekerja saling terintregasi satu sama lain menghasilkan fungsi kognisi seperti kesadaran, persepsi, berfikir, dan memori. Ada sekitar 75 % otak kita terdiri atas jaringan kognitif yang disebut area asosiasi korteks serebrum (Saladin : 2003).  Guyton (2006), menjelaskan lebih rinci lagi tentang area asosisi ini sebagai area yang menerima dan menganalisis sinyal-sinyal secara bersamaan dari berbagai regio, dari korteks motorik, korteks sensorik, maupun dari struktu-struktur subkortikol.

Area Asosiasi Korteks Serebri

                Area asosiasi ini terbagi menjadi tiga area asosiasi korteks serebral, yaitu : area asosiasi parieto-oksipital temporal, area asosiasi prefrontal, dan area asosiasi limbik. Kali ini kita akan lebih membahas tentang fungsi area asosiasi prefrontal. Area asosiasi prefrontal memiliki banyak hubungan dengan area yang lain seperti talamus, hipotalamus, sistem limbik, dan serebellum. Maka dari itu, prefrontal korteks memiliki kaitan fungsi dengan bagian-bagian yang lainnya pada serebrum, seperti sifat-sifat kepribadian, intelektual, inisiatif, intusi, merencanakan masa depan, mengembangkan ide yang abstrak, mengambil keputusan, memberi alasan, perasaan, dan respon sosial (Tortora ; 2006 ).

Hubungan Fungsi Prefrontal Korteks Dengan Surat Al-Alaq Ayat 9-16
 “ Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang (9). Seorang hamba ketika mengerjakan shalat (10). bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran(11). Atau Dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?(12). Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling? (13).Tidaklah Dia mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? (14). Ketahuilah, sungguh jika Dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya(15). (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka(16).” (Surat Al-Alaq: 9-16)
M. Quraish Shihab menjelaskan dalam kitab tafsirnya (2002), Ayat 9 - 14 Surat Al-Alaq menggambarkan salah satu sikap kesewenang-wenangan, yaitu orang kafir merampas hak kemerdekaan beragama dengan mencegah seseorang melakukan peribadatan sesuai dengan kepercayaannya. Kemudian pada ayat 15, Allah mengancam orang-orang kafir tersebut dengan adzabnya jika mereka tidak menghentikan tindakan mereka yaitu melarang orang-orang muslim sholat. Menurut riwayat ketika Abu Jahal mendengar ancaman tersebut, dia berkata kepada Nabi SAW: “Sesungguhnya engkau tahu bahwa di Mekkah ini tidak ada seorang pun yang memiliki kelompok yang lebih banyak anggotanya daripada aku. Yakni aku tidak bisa diancam apalagi dikalahkan". Kemudian Allah memberi adzab dengan menarik (merusak) ubun-ubun orang yang mendustakan agamaNya.
Kata ubun-ubun dalam ayat diatas merupakan terjemahan teks dari kata nashiyah. Muhammad Abduh menafsirkan kata “nashiyah” itu sendiri sebagai rambut yang tumbuh di atas dahi (jidat) atau jidat itu sendiri. Ini adalah simbol kesombongan, keangkuhan, dan kehormatan. Sehingga orang yang menarik rambut di atas jidat orang lain menunjukkan penghinaan yang sangat besar terhadap orang itu. Karena orang yang ditarik rambut jidatnya itu menjadi tidak berdaya sama sekali. Persis seperti seekor kuda yang dipegang jambulnya (Abduh : 1998).
Di dalam ilmu kedokteran, deerah ubun-ubun (nashiyah) ini memiliki makna tersendiri. Bagian otak yang ditutupi oleh jidat atau ubun-ubun itu dikenal sebagai lobus frontalis. Daerah lobus frontal yang tepat berada dibelakang dahi ini disebut korteks prefrontal. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, bahwasannya korteks prefrontal berperan sebagai pengatur sifat kepribadian manusia yang apabila terjadi kerusakan padanya, maka orang tersebut akan kesulitan mengatur masa depannya, suka murung, bersikap tidak sopan, menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar, dan kurang kreatif (Tortora:2009).

Di dalam text book-nya, guyton (2006 : 756) menceritakan bahwasanya pada beberapa abad yang lalu ada sebuah penelitian terhadap seorang pasien depresi psikotik berat diberi perlakuan lobotomi prefrontal, yaitu suatu prosedur pengambilan daerah korteks prefrontal dengan penyayatan tulang tengkorak frontal bagian lateral pada setiap sisi kepala dan menyayat otak pada pinggir kepala lobus prefrontal dari puncak ke arah dasar. Setelah dilakukan lobotomi prefrontal, pasien tersebut memperlihatkan tanda-tanda sebagai berikut :

1.       Pasien kehilangan kemampuannya untuk memecahkan masalah yang kompleks.
2.       Pasien tidak mampu merangkai beberapa aksi untuk mencapa tujuan tertentu.
3.       Pasien tidak mampu melakukan kegiatan yang terstruktur dan terencana.
4.       Pasien kehilangan ambisinya dan tingkat agresivitas menurun.
5.       Pasien kehilangan respons sosial, menjadi pasif dalam hubungan seks, dan kehilangan moral.
6.       Pasien malas untuk berfikir lama dan suasana hatinya selalu berubah-ubah.

Sebuah pengamatan yang serupa dilakukan oleh Damasio dan rekannya (1999). Damasio dan rekannya mempelajari dua orang yang dewasa yang ketika masa bayinya menderita kerusakan korteks prefrontal (satu karena kecelakaan dan satunya lagi karena tumor otak meningioma). Pada kasus tersebut, subjek penelitian telah sembuh sempurna dari kerusakan (lesi) pada otaknya, tetapi terdapat perilaku yang antisosial dan amoral pada kedua subjek tersebut. Wanita, 20 tahun, subjek pengamatan Damasio dan kawanya adalah orang yang pintar dan secara akademis sangat kompeten, tetapi ia mencuri barang dari keluarganya dan anak-anak lain serta sering menganggu orang lain baik secara perkataan (verbal) maupun secara fisik. Ia juga sering berbohong dan gonta ganti pasangan.

Subjek yang kedua, laki-laki 23 tahun, adalah orang yang tidak memilki motivasi hidup, jorok, sering bohong, senang mengganggu orang dan sering gonta ganti pacar. Damasio dan kawan-kawan menyatakan bahwa masalah perilaku mereka tidak disebabkan oleh keadaan lingkungan mereka sebab kedua subjek penelitian tersebut berasal dari keluarga yang penyayang, stabil, ekonomi menengah dan orang tua yang berdedikasi. Malahan, dari kedua keluarga tersebut tidak memiliki anak-anak lain yang memiliki masalah perilaku sebagaimana kedua subjek penelitian tadi.

Penelitian serupa juga dilakukan pada monyet yang dilakukan ablasi total atau hampir total pada korteks prefrontalnya. Monyet-monyet tersebut menjadi apatis, cuek, suka menyendiri, kurang agesif, serta tidak memiliki sikap bersaing dalam hal makanan, seks dan tempat tinggal (Fuster : 2008).

Pasiak (2002) dalam bukunya menceritakan bahwasannya Ahli saraf Joseph deLoux menemukan bahwa daerah prefrontal ini berperanan dalam menata emosi manusia. Reaksi yang tidak terkontrol yang dipicu oleh hubungan thalamus dan amigdala dapat diredam oleh prefrontal. Masuk akal, jika prefrontal rusak, emosi akan menjadi “liar”. Rusaknya prefrontal kiri membuat pemiliknya mudah cemas dan memiliki rasa takut yang hebat. Sedangkan, rusaknya prefrontal kanan membuat pemiliknya “kelewat ceria”. Ini dapat terjadi karena prefrontal kanan merupakan gudang marah, cemas, dan takut. Emosi-emosi ini dihambat oleh prefrontal kiri. Jadi, prefrontal kiri berfungsi seperti “bumper” bagi prefrontal kanan. Sirkuit prefrontal-limbik itu sangat penting dalam kehidupan mental. Menurut Josep deLoux, sambungan itu dapat menjadi pemandu manusia untuk membuat keputusan-keputusan penting dalam kehidupan. Sirkuit ini juga berkaitan erat dengan apa yang disebut suara hati dan intuisi.

Terdapat suatu cerita nyata mengenai kerusakan korteks prefrontal. Phineas Gage (1823-1860), seorang pekerja konstruksi Rutland and Burlington Railroad, ketika sedang bekerja tertimpa sebatang besi tak terduga yang menembus tengkorak kepalanya (mengenai korteks prefrontal) sampai menembus mata kanannya. Untungnya, Gage tidak meninggal karena kejadian ini. Sebelum kecelakaan itu, Gage adalah orang yang mudah bersosialiasi, baik hati dan rajin bekerja. Namun, sejak kecelakaan itu perilaku Gage berubah. Kecelakaan itu tidak menyebabkannya mengalami gangguan bicara atau bergerak dan kemampuan belajar, mengingat, serta kepandaian lainnya tampaknya hanya sedikit terganggu. Namun, ada hal yang sangat berubah dari dirinya sampai-sampai teman-teman kerjanya mengatakan Gage bukanlah Gage yang dulu lagi. Gage menjadi seseorang yang tidak menghormati orang lain, tidak sabaran, tidak bertanggung jawab, tidak sensitif, dan tidak menepati janji (wikipedia.org).



Phineas Gage


Dari beberapa uraian diatas, maka sangat tepat bila bagian depan kepala (nashiyah) orang kafir tersebut  dikatakan melambangkan sikap dusta dan durhaka sebagaimana yang ada di dalam al-Quran surat al-Alaq : 15-16.  Bagian depan kepala (nashiyah) dalam Qur’an nampaknya melambangkan sifat-sifat atau akhlak, cara berpikir dan bertindak. Jika daerah korteks prefrontal ini rusak, seseorang akan kehilangan sifat kepribadian yang baik sehingga bisa diibaratkan orang tersebut hidup tanpa makna di dunia ini. Hal ini menjadi bukti bahwasnya Allah memang berniat menghinakan hidup orang-orang yang mendustakan agama-Nya dengan merusak daerah korteks prefrontal.



DAFTAR PUSTAKA

Abduh, M., 1998, Tafsir Juz ‘Amma, Bandung: Penerbit Mizan.
Damasio,H. Dkk, 1999, Impairment Of Social And Moral Behavior Related To Early Damage In Human Prefrontal Cortex, Nature Neuroscience,  2 ( 11) : 1032-1037.
Dorland, W.A.N, 1900, Dorland’s Illustrated Medical Dictionary, 31th ed., Elsevier inc., Alih bahasa, Elseria, R.N, dkk., 2010, Kamus Kedokteran Dorland, Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Fuster, J.M, 2008, The Prefrontal Cortex, Fourth Edition, USA : Academic Press
Guyton, A.C, dan Hall, J.E, 2006, Texbook of Medical Physiology, 11thed., Proprietor,England, Alih bahasa, Irawati dkk,2007, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, cetakan 1, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Martini, F.h, Nath, J.L, dan Bartholomew, E.F, 2012, Fundamental of Anatomy & Physiology,9th ed., San Fransisco : Pearson Education.
Pasiak, P., 2002, Revolusi IQ, EQ, SQ, Bandung : Penerbit Mizan.
Saladin, 2003, Anatomy & Physiology: The Unity of Form and Function, Third Edition, McGraw−Hill Companies.
Sherwood, L, 1996, Human Physiology : from Cell to System, A Division of International Thomson Publishing Inc, Alih bahasa, Brahmn U, 2001, Fisiologi Manusia: dari Sel ke Sistem, edisi 2, Jakarta : EGC.
Shihab, M.Q., 2002, Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Quran, Jakarta : Lentera Hati.
Tortora, G.J, dan Dericson, B, 2009, Principle of Anatomy and Phsyology, 12th ed., United State of America : John Wiley & Sons Inc.
Wikipedia, 2013, Phineas Gage, http://en.wikipedia.org/wiki/Phineas_Gage, 15 Desember 2013 ( 17.30).

Sumber:
http://faisalcare.blogspot.co.id/2014/01/fungsi-korteks-prefrontal-dan.html

Thanks for reading KORTEKS PREFRONTAL Dalam Al- Quran. Please share...!

About Ade Machnun S

Previous
« Prev Post
    Blogger Comment
    Facebook Comment

No Spam, Please...!